Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri. Nama saya Muhammad Naufal. Saya sengaja membuat akun dengan nama seperti ini, karena banyak alasannya. Salah satunya sih, ingin menyembunyikan jati diri. Yah, saya untuk kali pertamanya menulis. Sebab, hilangnya kretivitas diri dan inovasi untuk membuat konten tulisan yang menarik. Alhamdulillah-nya nih gaes, saya sudah menemukan konten tulisan yang cukup menarik. Yakni, Review Sebuah Film. horee..
Film Oo Nina Bobo merupakan film horor versi Indonesia tercinta nih. Film ini diangkat dari kisah lagu Nina Bobo. Lagu yang sudah tak asing bagi kita dikala masa kecil sebagai lagu pengantar tidur. Diceritakan lima tahun lalu, terjadi pembantaian misterius. Ditemukan seorang ibu mati tergantung, sang suami mati terjatuh dari tangga, dan anak gadis bungsunya, Lala yang masih berumur enam tahun ditemukan sudah tak bernyawa di kamarnya. Dari kejadian itu, hanya seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun, Ryan. Sejak saat itu, Ryan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan dirawat di panti. Kondisi emosinya labil dan seringkali mengalami mimpi buruk. Kemudian hadirlah Karina, psikiater yang sedang mengambil tesis S2 dan menjadikan Ryan sebagai objek penelitiannya disaat ia berumur 12 tahun. Walaupun Ryan dianggap normal dan siap dikeluarkan dari panti, tapi Karina ingin melakukan eksperimen terakhir. Dia ingin mengajak Ryan kembali ke rumahnya yang lama. Sebab, Karina sangat yakin pada teori empirisnya bahwa salah satu menyembuhkan PTSD itu ialah mengajak korban ke lokasi dan dia harus belajar menghadapi situasi yang bisa memancing traumanya. Sekian spoiler dari film ini.
Film ini dirancang dengan sedemikian rupa bagus. Dari segi pengeditan, pengambilan kamera, dan audio visual yang tepat. Mungkin dari pengeditan, film oo nina bobo ini menggunakan pengeditan pada aktor sesosok hantu yang menghantui rumah Ryan. Dan memakan korban jiwa sanak keluarga Ryan seperti yang dipaparkan sebelumnya. Sesosok hantu ini, saya katakan menggunakan pengeditan karena melayangnya hantu ini disaat sedang berjalan. Tapi tentu ya, ini pasti di balik layar adalah orang sungguhan. Dengan begitu cukup cermat dalam pengeditannya sebab sesosok hantu yang fiktif seolah hantu sungguhan yang diyakini sebanyakan orang. Bahkan saya pun mengira seperti itu. hehe
Dalam pengambilan kamera, film ini tampak bagus dengan kecerdasan dalam pengambilan kamera. Mulai dari cut yang berkelanjutan yang seakan-akan menunjukkan kecepatan dan kelambatan saat adegan, lalu kesesuaian fokus dalam adegannya aktor ataupun sekitar, dan sebagai hal yang tak diduga.
Audio visual dalam film ini sangat bagus. Kejernihan berbicaranya aktor, suara detak jantung, suara detakan kaki, suara hembusan nafas dan suara yang dapat menegangkan sang penonton film ini. Nah, ada yang unik dalam film kali ini, tentu dalam audio visualnya nih. Sebab, ada suara khusus dan khas disaat kedatangan atau kehadiran sesosok hantu di dalam rumah itu. Bunyinya sih, tidak cukup seram akan tetapi dapat menjadi keunikan dan identitas tersendiri dalam film ini. Kalau penasaran sih, coba tonton aja ya gaes...
Lanjut nih, selain kelebihan tentu saya akan paparkan kekurangan atau kesalahan film ini nih. Cukup banyak kesalahan dalam film ini. Mulai berbedanya barang, berpindahnya barang, bahkan munculnya benda yang tiba-tiba. Yaa ini memang pasti ada untuk seluruh film baik Nasional maupun Internasional, karena manusia tak luput dari salah. hehe.. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan film ini tak menarik hati para penonton lohh. Film ini cukup bagus untuk dikategorikan sebagai genre horor atau thriller.
Selain itu, alur cerita dalam film ini, alur maju. Film yang disutradarai oleh Jose Purnomo pada tahun 2014 dapat saya katakan film yang tak membosankan untuk menemani malam kalian yang tak bisa tidur di hari-hari kalian.